Uncategorized

Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

DewaKiuKiu Lounge – Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang. Tidak ada yang bisa meramalkan berapa lama usia manusia di dunia. Ada banyak faktor yang menentukan lamanya usia seseorang, yang mana sebagian besar merupakan hal yang mungkin tidak bisa kita kontrol. Salah satu contoh faktor yang memengaruhinya adalah keberadaan penyakit bawaan.

Dalam dunia medis, penyakit bawaan sering kali tidak di ketahui penyebab pastinya, sehingga sulit untuk di tangani sampai sembuh. Bahkan, beberapa penyakit bawaan dapat menyebabkan kematian sejak usia belia. Beberapa contoh penyakit langka yang mematikan bisa kamu baca secara lengkap lewat uraian berikut ini.

Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

1. Talasemia mayor

Tragis, Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

Talasemia merupakan kelainan bawaan pada darah, yakni ketika rantai pengikat sel darah merah mengalami kecacatan. Akibatnya, sel darah merah akan mudah hancur.

Sebagian penderita talasemia bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara sebagian lainnya dapat menunjukkan gejala yang cukup berat seperti pucat, kuning, perut besar, dan kerdil.

Talasemia dengan gejala yang berat di sebut sebagai talasemia mayor. Pengidapnya biasanya memerlukan transfusi darah rutin seumur hidup. Transplantasi sumsum tulang masih menjadi satu-satunya solusi. Namun, berdasarkan data dari American Health and Drug Benefits tahun 2017, operasi ini tergolong sangat mahal.

Menurut American Family Physician tahun 2009, pasien talasemia mayor biasanya hanya dapat bertahan hidup sampai usia 30-an. Kebanyakan dari mereka mengalami gagal jantung berat akibat transfusi darah yang berulang.

2. Anensefali

Tragis, Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

Anensefali adalah kelainan dari lahir ketika pengidapnya tidak memiliki tengkorak atau tulang kepala yang utuh. Akibatnya, jaringan otak bayi bisa terlihat tanpa ada lapisan yang melindungi. Anensefali banyak di kaitkan dengan kekurangan asupan asam folat pada ibu selama hamil.

Mengutip MedlinePlus, bayi dengan anensefali biasanya hanya mampu bertahan hidup selama beberapa hari. Namun, pada tahun 2016, laporan kasus dari jurnal BMJ Case Report menemukan bayi dengan anensefali dapat bertahan hidup hingga usia 28 bulan.

Sayangnya, meskipun bisa bertahan hidup lebih lama, bayi dengan kondisi anensefali tidak mengalami tumbuh kembang seperti bayi pada umumnya. Fungsi otak bayi yang kurang baik membuatnya tidak bisa bergerak aktif layaknya bayi seusianya.

3. Penyakit Batten

Tragis, Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

Di lansir Cleveland Clinic, penyakit Batten merupakan kelainan bawaan yang belum di temukan obatnya. Penyakit ini di sebabkan karena adanya cacat gen yang normalnya berperan untuk menghancurkan zat sisa dalam tubuh. Zat-zat sisa yang tidak di hancurkan akan menumpuk dan mengganggu fungsi saraf.

Gejala yang sering timbul meliputi gangguan kecerdasan, penglihatan buram, halusinasi, kaku otot, dan kejang. Menurut sebuah laporan dalam JAAPA: Journal of the American Academy of PAs, anak-anak yang memiliki penyakit Batten biasanya hanya dapat bertahan hidup sampai sekitar usia 20 tahun.

4. Progeria

Tragis, Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

Progeria merupakan kelainan cacat bawaan yang sangat langka pada anak-anak. Penderita progeria umumnya tidak menunjukkan gejala apa pun pada awal masa kehidupannya. Barulah sekitar usia 1 tahun, mereka mulai mengalami tanda-tanda penuaan yang ekstrem seperti gangguan pertumbuhan, kulit keriput, rambut rontok, hingga kelainan jantung.

Mengutip Mayo Clinic, banyak pasien progeria yang mengalami kematian sejak usia remaja hingga awal dekade kedua. Berdasarkan studi literatur oleh The Application of Clinical Genetics pada tahun 2020, rata-rata pengidap progeria hanya mampu bertahan hidup hingga usia sekitar 13,5 tahun.

5. Sindrom Cockayne

Tragis, Pengidap 5 Penyakit Langka Ini Umumnya Tidak Berumur Panjang

Sindrom Cockayne merupakan kumpulan kelainan yang berupa perawakan pendek, penuaan dini, gangguan tumbuh kembang dan gangguan saraf. Menurut literatur pada tahun 2021 yang diterbitkan oleh StatPearls, penderitanya juga tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung karena memiliki tubuh yang sensitif.

Berdasarkan tulisan dari Genetic and Rare Disease (GARD) penderita sindrom Cockayne dengan gejala ringan dapat hidup sampai usia kurang lebih 50 tahun. Sayangnya, bila gejala yang dimiliki cukup berat, tidak banyak yang dapat bertahan hidup melebihi usia 20 tahun.

Memiliki umur yang panjang merupakan dambaan sebagian besar orang. Dengan berkembangnya riset di bidang kedokteran, semoga para pasien penyakit langka ini bisa tertangani lebih baik supaya dapat bertumbuh menjadi seseorang yang hebat ketika dewasa.

Demikian ulasan bersama DewaKiuKiu Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan terima kasih telah membaca artikel ini.
Dapat juga bergabung bersama kami dalam permainan Poker Online dengan mendaftar IDPRO PKV GAMES & untuk respon yang lebih cepat anda juga bisa langsung Via Whatsapps : http://wa.me/6282163126109

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *