Uncategorized

5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

DewaKiuKiu Lounge – 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu. Sementara dunia masih berjibaku dengan COVID-19, kita pun masih menghadapi ancaman dari penyakit lainnya. Misalnya infeksi virus yang bisa di tularkan dari kutu seperti yang pernah di laporkan China, yaitu severe fever with thrombocytopenia syndrome (STFS) yang di sebabkan oleh Huaiyangshan banyangvirus. Penyakit ini di tandai dengan gejala demam tinggi dan rendahnya keping darah (trombositopenia) serta sel darah putih (leukopenia).

Musim panas membuat pergerakan kutu menjadi makin aktif. Oleh karena itu, mengingat Indonesia juga di sinari sinar matahari sepanjang tahun, kita mesti berhati-hati dengan lima penyakit yang bisa di tularkan lewat kutu berikut ini!

5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

1. Penyakit Lyme

Waspada! 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menyebut bahwa penyakit Lyme adalah penyakit menular lewat kutu yang paling banyak di laporkan. Di Amerika Serikat (AS) sendiri, ada 300.000 kasus yang di laporkan per tahunnya (ditambah yang kasus yang tidak di laporkan jumlahnya bisa 8–10 kali lebih banyak).

Penyakit Lyme atau di sebut juga sebagai Lyme borreliosis, di tularkan lewat kutu Ixodes scapularis dan Ixodes pacificus yang terinfeksi oleh bakteri Borrelia burgdorferi dan Borrelia mayonii.

Gejala bisa timbul setelah 3 hari hingga 1 bulan setelah terinfeksi, yang meliputi:

  • Demam.
  • Pusing.
  • Lesu.
  • Ruam khas berbentuk titik besar merah yang di kelilingi cincin merah yang di sebut erythema migrans.

Ruam yang terlihat seperti “sasaran panah” tersebut dapat melebar hingga seluas 30 sentimeter (cm) dan dapat terlihat pada 70–80 persen penderita. Hangat saat di sentuh, ruam tersebut tidak terasa gatal maupun sakit.Waspada! 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

CDC memaparkan gejala parah yang bisa menyertai penyakit Lyme, meliputi:

  • Pusing dan leher kaku yang di sertai sesak napas.
  • Stroke ringan (palsy) pada wajah.
  • Radang sendi (artritis) yang di sertai kelemahan otot.
  • Jantung berdebar-debar (Lyme carditis).
  • Ensefalitis (radang otak) dan meningitis (radang selaput otak dan tulang belakang).
  • Gangguan saraf yang di tandai dengan sensasi nyeri dan mati rasa di kaki dan tangan.

Jika merasakan gejala tersebut, lekas berobat! CDC mengatakan jika tidak di tangani, penyakit Lyme bisa menyebar, menyebabkan gangguan di persendian, jantung, hingga pusat saraf!

Kabar baiknya, sudah ada pengobatan efektif untuk penyakit Lyme, yaitu dengan antibiotik. Untuk pasien dengan riwayat penyakit jantung atau saraf, akan di berikan antibiotik lewat infus.

2. Penyakit Powassan

Penyakit Powassan di tularkan lewat kutu Ixodes cookei dan Ixodes scapularis yang terinfeksi virus Powassan (POWV). Termasuk langka, POWV masuk dalam anggota virus yang menyebabkan ensefalitis. Kutu Ixodes cookei sebetulnya jarang menyerang manusia, tapi kamu mesti waspada dengan kutu Ixodes scapularis.

Infeksi POWV lewat kutu tidak segera menunjukkan gejala. Gejala bisa timbul dalam rentang waktu 1 minggu hingga 1 bulan, yang meliputi:

  • Pusing.
  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Letih lesu.

Waspada! 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

Berbahayanya, penyakit Powassan dapat menyebabkan ensefalitis dan meningitis. Dalam kasus yang sudah parah, gejalanya bisa berupa:

  • Kelinglungan.
  • Kehilangan koordinasi tubuh.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kejang-kejang.

Kabar buruknya, penyakit Powassan tidak ada obatnya. Pasien harus di beri bantuan pernapasan, menjaga asupan cairan, serta penanganan agar pembengkakan di otak bisa berkurang. Satu dari 10 orang (10 persen) yang mengalami gejala parah di laporkan tidak akan selamat.

Jika selamat pun, pasien melaporkan efek samping setelah sembuh seperti pusing, kelemahan otot, dan gangguan daya ingat.

3. Babesiosis

Kutu ini juga bisa menyebarkan penyakit babesiosis yang menyerang sel darah merah (eritrosit) saat masih sekecil nimfa. Nimfa Ixodes scapularis berukuran lebih kecil dari koin logam. Babesiosis di sebabkan oleh infeksi parasit Babesia microti.

Saat di gigit kutu, Babesia microti akan menyasar eritrosit agar dapat berkembang. Setelah itu, barulah gejala akan terlihat. Babesiosis dapat menular dari manusia lewat transfusi darah.

Karena menginfeksi eritrosit, babesiosis menyebabkan anemia hemolitik yang di tandai dengan kulit kuning dan urine yang berwarna gelap. Selain anemia hemolitik, babesiosis dapat menyebabkan komplikasi fatal yang bisa berujung pada kematian, seperti:

  • Trombositopenia.
  • Disseminated intravascular coagulation (DIC/koagulasi konsumtif) yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan pendarahan.
  • Gagal organ vital seperti paru-paru, hati, dan ginjal.

Gejala babesiosis dapat terlihat seperti gejala flu, yaitu demam, badan menggigil, pusing, keringat, nyeri badan, mual, lesu, dan hilang nafsu makan. Namun, CDC memperingatkan bahwa babesiosis dapat mematikan bila:

  • Pasien tidak memiliki limpa (asplenia).
  • Memiliki imun yang lemah atau gangguan imun seperti AIDS.
  • Memiliki penyakit penyerta terminal seperti penyakit jantung atau ginjal.
  • Dialami oleh kelompok lansia.

Meski demikian, babesiosis juga bisa tidak menimbulkan gejala (asimtomatik). CDC mengatakan, bila pasien tidak menunjukkan gejala, maka tidak perlu perawatan. Namun, kalau gejalanya berat, dokter akan memberikan kombinasi obat-obatan. Pemberian obat-obatan ini nantinya di sesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien.

4. Ehrlichiosis

Waspada! 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

Penyakit ini di sebabkan oleh infeksi kutu Ixodes scapularis dan Amblyomma americanum yang membawa tiga varian bakteri: Ehrlichia chaffeensisE. ewingii, dan E. muris eauclairensis.

Gejala akan timbul selama 1–2 minggu setelah di gigit kutu, yang meliputi:

  • Demam dan badan menggigil.
  • Sakit kepala parah.
  • Nyeri otot.
  • Mual dan muntah, diare, dan kehilangan nafsu makan.
  • Kelinglungan.
  • Ruam (biasa di temukan pada anak, tetapi tidak jarang pada orang dewasa juga).

Walaupun termasuk jarang (satu dari tiga kasus ehrlichiosis), ruam pada anak atau orang dewasa biasanya di sebabkan oleh bakteri E. chaffeensis dan timbul berbentuk titik-titik yang menyebar dalam lima hari.

Selain kutu, ehrlichiosis juga dapat di sebarkan melalui transfusi darah atau transplantasi organ. Namun, kasus penularan ini tergolong jarang.

CDC menginformasikan mereka yang rentan adalah lansia, bayi, seseorang dengan penyakit penyerta yang parah, serta orang-orang dengan imunitas lemah atau AIDS. Bila tidak di tangani segera, komplikasi bisa parah hingga menyebabkan kematian, seperti:

  • Ensefalitis dan meningitis.
  • Gagal pernapasan.
  • Pendarahan parah.
  • Gagal organ vital.

Berita baiknya, ehrlichiosis bisa ditangani dengan pengobatan antibiotik sebelum parah.

5. Anaplasmosis

Sama seperti Lyme, penyakit Anaplasmosis juga di tularkan oleh kutu Ixodes scapularis dan Ixodes pacificus. Bedanya, anaplasmosis disebabkan oleh infeksi bakteri Anaplasma phagocytophilum. Selain disebarkan oleh dua kutu menyebalkan tersebut, anaplasmosis juga dapat ditularkan melalui transfusi darah (meskipun jarang).

Sekitar 1-2 minggu setelah digigit, biasanya anaplasmosis baru menunjukkan gejala-gejala ringan mirip flu seperti:

  • Demam dan menggigil;
  • Sakit kepala yang hebat;
  • Nyeri otot;
  • Mual dan muntah, diare, serta hilang nafsu makan.

Waspada! 5 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Kutu

Sama seperti ehrlichiosis, antibiotik juga bisa digunakan untuk menangani anaplasmosis. Lansia dan orang-orang dengan imunitas yang lemah (seperti AIDS) harus berhati-hati dengan anaplasmosis.

Jika terlambat ditangani, anaplasmosis dapat menyebabkan komplikasi berbahaya mencakup:

  • Gagal pernapasan;
  • Pendarahan;
  • Gagal organ vital.

Itulah lima penyakit yang disebarkan melalui gigitan kutu. Membayangkan kutu saja sudah ngeri, apalagi penyakit yang dibawanya! Cegah berbagai penyakit akibat kutu ini dengan cara menjaga kebersihan diri (terutama setelah memegang hewan) dan lingkungan tempat kamu beraktivitas, ya!

Demikian ulasan bersama DewaKiuKiu Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan terima kasih telah membaca artikel ini.
Dapat juga bergabung bersama kami dalam permainan Poker Online dengan mendaftar IDPRO PKV GAMES & untuk respon yang lebih cepat anda juga bisa langsung Via Whatsapps : http://wa.me/6282163126109

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *